Vol. 12 No. 2, Desember 2014
Research

Efektivitas Penerapan Model Cooperative Learning Type Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Hani Dwi Nurmayani
Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Langlangbuana
Rita Zahara
Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Langlangbuana
Cucu Lisnawati
Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Langlangbuana
Published December 30, 2014
Keywords
  • Type Student Teams Achievement Division,
  • STAD,
  • motivasi belajar
How to Cite
Nurmayani, H. D., Zahara, R., & Lisnawati, C. (2014). Efektivitas Penerapan Model Cooperative Learning Type Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. EDUCARE, 12(2), 1-8. Retrieved from http://jurnal.fkip.unla.ac.id/index.php/educare/article/view/190

Abstract

Motivasi belajar merupakan kekuatan (power motivation), daya pendorong (driving force) dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menyenangkan dalam rangka perubahan perilaku, baik dalam asfek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerepan model STAD dalam meningkakan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Pretest-Posttes Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan dikelas XII IPS 5 sebagai kelas kontrol dan Kelas XII IPS 6 sebagai kelas eksperimen di SMAN 1 Banjaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (a) hasil dari pengolahan observasi dapat diketahui bahwa efektivitas penerapan model cooperative type STAD dapat ditaerapkan dalam mata pelajaran akuntansi, (b) hasil pengolahan data awal dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan siswa antara kelas eksperimen dan kelas sama, (c) hasil peningkatan dengan uji gain kelas eksperimen menunjukan nilai rata-rata 0,30 yang berarti sedang dan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 0,18 yang berarti rendah. Pada saat dilakukan uji hipotesis didapatkan hasil Ho ditolak dan Hi diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan model STAD dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

References

Agus Suprijono. (2013). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogjakarta. Pustaka Pelajar

Aunurrahman. (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Budi Susetyo. (2010). Statistika untuk Analisis Data Penelitian. Bandung. PT Refika Aditama

Dimiyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta . Rineka Cipta

Kurniawan, A. (2005). Transformasi Pelayanan Publik. Tidak diketahui

Martimis Yamin. (2010). Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persabda Press Jakarta

Nanang Hanafiah, . & Cucu Suhana, C. (2012). Strategi konsep Pembelajaran. Bandung. PT Refika Aditama

Nana Syaodih. ( 2012). Kurikulum & Pembelajaran Kompetensi. Bandung. PT Refika Aditama

Nana Syaodih.(2013) .Metode Penelitian Pendidikan.Bandung : Rosd

Rudianto, (2009). Pengantar Akuntansi. Jakarta. Erlangga

Ruseffendi,(2010). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan & Bidang Non Eksakta Lainnya. Bandung. Tarsito

Sardiman. (2010). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada

Siti Hanifah, Dkk. (2009). Pelajaran Akuntansi SMA XII. Bandung. Tidak diterbitkan

Slameto. (2013). Belajar dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta .Rineka Cipta

Slavin,R (2010). Cooperative Learning Teori Riset dan Praktik. Bandung Nusa Media

Sri Mulyati. (2013). Penerapan Model Pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidance, and Satisfaction) Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Akuntansi. Skripsi : Tidak diterbitkan

Sudjana. (2013). Metoda Statistika. Bandung. Tarsito.

Sugiyono.(2013). Metodelogi Penelitian Pendidikan. Bandung. Alpabeta

Suharsimi Arikunto. (2004). Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara

Suharsimi Arikunto. (2008). Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara
Suharsimi Arikunto. (2012). Prosedur Penelitian. Yogjakarta. Rineka Cipta

Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep Landasan dan Implementasinya pada kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta : Kencana Prenada Media

Zainal Arifin. (2011). Evaluasi Pembelajaran. Bandung. Rosdakarya
Wena, M. (2011). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. PT Bukti Aksara. Jakarta Timur

Budiari Akhmad. (2012). Pendidikan | Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Jigsaw dan STAD. Tersedia : www.budairi.com/2012/11/pendidikan-kelebihan-dan-kekurangan.html#axzz36IeaxTAr. [ 2 Juli 2014]

Dhiendha Shievva. (2013). Kekurangan dan Kelebihan STAD. Tersedia : www.scribd.com/doc/207318446/kelemahan-dan-kekurangan-stad . [ 2 Juli 2014)Haryanto. (2011). Pengertian Model Pembelajaran. Tersedia : http://belajarpsikologi.com/pengertian-model-pembelajaran/. [ 2 juli 2014)

Abdul Rozak, dkk. (2013). Pen
Model Pembelajaran Kooperatif type TGT Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Siswa Dalam Pokok Bahasan Peluang. Tersedia : http//e-journal.unswagati-crb.ac.id/file.php?file.id. [22 Oktober 2014]

Suherman. (2012). Pengertian Efektifitas .. [ 3 juli 2014]