Vol. 17 No. 1, Juni 2019
Research

Penerapan Model Pembelajaran Examples Non Examples untuk Meningkatkan Pemerolehan Kosakata Bahasa Inggris pada Murid Kelas IV Sekolah Dasar

Marina Suciana
Program Studi Pendidikan Guru SD, FKIP, Universitas Langlangbuana
Devidescu Cristiana Victoria
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Langlangbuana
Imam Jahrudin Priyanto
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Langlangbuana
Published June 28, 2019
Keywords
  • Model Pembelajaran,
  • Examples Non Examples,
  • kosakata bahasa inggris,
  • deskriptif kualitatif
How to Cite
Suciana, M., Victoria , D. C., & Priyanto, I. J. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Examples Non Examples untuk Meningkatkan Pemerolehan Kosakata Bahasa Inggris pada Murid Kelas IV Sekolah Dasar. EDUCARE, 17(1), 14-21. Retrieved from https://jurnal.fkip.unla.ac.id/index.php/educare/article/view/236

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran examples non examples dalam meningkatkan pemerolehan kosakata bahasa Inggris pada murid kelas IV sekolah dasar dan menerangkan apakah model pembelajaran examples non examples dapat meningkatkan pemerolehan kosakata bahasa Inggris pada murid kelas IV sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri atas lima orang yaitu, tiga peserta didik, seorang guru bahasa Inggris, dan peneliti sebagai pengamat (observer). Pada penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, terdapat peningkatan pemerolehan kata kerja pada peserta didik kelas IVA di SDN Rancamanyar 1 Kabupaten Bandung. Hal itu terlihat saat pembelajaran berlangsung, ketika pendidik melakukan tanya jawab dengan peserta didik, juga terbukti dari hasil observasi, wawancara, dan tes. Dari ketiga peserta didik yang telah ditentukan sebelumnya, terbukti dua peserta didik yang dikategorikan memiliki tingkat kemampuan berbahasa Inggris tinggi dan sedang, mencapai skor maksimal yaitu 100. Sementara seorang peserta didik yang dikategorikan memiliki tingkat kemampuan berbahasa Inggris rendah mencapai skor di atas KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang ditentukan oleh sekolah yaitu 85.

References

Ehrlich, E. 2004. Schaum’s Outlines English Grammar, Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Matondang, Z. 2009. Validitas dan Reliabilitas Suatu Instrumen Penelitian. Jurnal Tabularasa Pps Unimed, Vol 6 No.1, Hlm.87-97. Diunduh dari http://digibli.unimed.ac.id/705/, pada 15 Desember 2018 pukul 23:33.

Mulyanah, Y.E., dkk. 2018. Penerapan Metode Total Physical Response (TPR) dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Sekolah Dasar (SD). Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, Vol 4 No.2, Hlm.178-179. Doi: http://dx.doi.org/10.30870/jpsd.v4i2.3855.g2786. Diunduh dari: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jpsd/article/view/3855/2786, pada 6 November 2018 pukul 16:47.

Rusman. 2016. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru Edisi Kedua. Jakarta: Rajawali Pers.

Shoimin, A. 2017. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam
Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Suyanto & Kasihani. 2008. English for Young Learners. Jakarta: Bumi Aksara.

Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Z. Andri, Y. 2010. Buku Pintar Grammar untuk Pemula. Jakarta Selatan: Trans Media.

Zulfikar, E. 2017. Dampak Sosial, Ekonomi dan Politis dalam Pembangunan Bandara Udara Kertajati di Kabupaten Majalengka. Jurnal Caraka Prabu, Vol 1 No.1, Hal. 58-77. Diunduh dari http://ejournal.fisip.unjani.ac.id/index.php/jurnal-cakra=prabu/article/view/52/40, pada 14 Desember 2018 pukul 23:56.