Vol. 3 No. 2 (2018)
Research

Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA Melalui Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending)

Ami Nur Dwiutami
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Puji Budilestari
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Published December 31, 2018
Keywords
  • Kemampuan Koneksi Matematis,
  • Model Pembelajaran CORE,
  • Connecting, Organizning, Reflecting, Extending
How to Cite
Dwiutami, A. N., & Budilestari, P. (2018). Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA Melalui Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) . INTERMATHZO, 3(2), 88-96. Retrieved from https://jurnal.fkip.unla.ac.id/index.php/intermathzo/article/view/284

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu penerapan model pembelajaran CORE terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa serta untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa SMA yang memperoleh pembelajaran dengan model CORE dan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam pada penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol non-ekuivalen. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 8 Bandung dengan sampel kelas XI MIPA 9 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan koneksi matematis dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji t yaitu Paired Sample t test untuk data pretes dan postes kelas eksperimen, serta Independent Sample t test untuk data indeks gain dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data dari hasil observasi menggunakan perhitungan persentase. Berdasarkan analisis terseut, diperoleh hasil terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis pada siswa SMA seteah diterapkan model pembelajaran CORE serta terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa SMA yang memperoleh pembelajaran model CORE dengan pembelajaran konvensional.

References

Anonim. (2013). Undang-Undang No 20 Pasal 37 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Herdian. (2010). Kemampuan Koneksi Matematika Siswa.

Lestari, Kurnia. (2014). Implementasi Brain Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi dan Kemampuan Berpikir Kritis Serta Motivasi Belajar Siswa SMP . Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Siregar, Nur. dkk. (2018). Penerapan Model Pembelajaran CORE Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa SMA Negeri di Jakarta Timur. [Online].Tersedia.http://jurnal.untirta.ac. id/index.php/JPPM/article/view/2997 Vol 11 (Juli 2018). Number 1 Electronic
Edition ISSN 2528-628x. [23 Desember 2018]

Suherman, Erman. (2008). Model Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Kompetensi Siswa. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Suherman, Erman. (2012). Belajar Dan Pembelajaran Matematika. Bandung : Fakultas Pendidikan Matematika dan Ipa. UPI Bandung.
Vol. 3, No. 2, Desember 2018

Sumarmo, U. (2010). Berpikir dan DisposisiMatematik : Apa, Mengapa, dan Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta Didik. [Online] Tersedia : http://math.sps.upi.edu/wp- content/uploads/2010/02/BERPIKIR- DAN-DISPOSISI-MA TEMA TIK- SPS.pdf [20 Februari 2019]