Vol. 3 No. 1 (2018)
Research

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Terhadap Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA

Teguh Imam Prasetyo
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Mumun Syaban
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Irmawan
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Published June 30, 2018
Keywords
  • Model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending,
  • CORE,
  • Pembelajaran Konvensional,
  • Kemampuan Koneksi Matematis
How to Cite
Prasetyo, T. I., Syaban, M., & Irmawan. (2018). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Terhadap Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA . INTERMATHZO, 3(1), 11-17. Retrieved from https://jurnal.fkip.unla.ac.id/index.php/intermathzo/article/view/279

Abstract

Kemampuan koneksi matematis dapat diartikan sebagai keterkaitan secara internal dan eksternal. Keterkaitan secara internal adalah keterkaitan antara konsep-konsep matematika yaitu berhubungan dengan matematika itu sendiri dan keterkaitan secara eksternal, yaitu keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari Hal tersebut sejalan dengan tujuan dari kurikulum pendidikan 2013. Siswa harus mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan permasalahan di dunia nyata, baik dalam konteks pribadi, sekolah, lingkungan kerja ataupun umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pemebelajaran connecting, organizing, reflecting, extending dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang dilakukan terhadap siswa SMA Negeri 11 Bandung tahun ajaran 2017/2018. Pokok bahasan yang diberikan pada penelitian ini adalah materi turunan (diferensial) dengan submateri menemukan konsep turunan, turunan fungsi, dan aplikasi turunan pada matematika wajib kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa ada perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran connecting, organizing, reflecting, extending (kelas eksperimen) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional (kelas kontrol). Sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model pemebelajaran connecting, organizing, reflecting, extending.

References

Herdian. (2010). Kemampuan Koneksi Matematika Siswa. [Online] tersedia di https://herdy07.wordpress.com/201 0/05/27/kemampuan-koneksi- matematik-siswa/ [diakses: 23-11- 2017]

Kemendikbud. (2016). Peraturan Mentri pendidikan dan Kebudayaan No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kemendikbud. (2016). Peraturan Mentri pendidikan dan Kebudayaan No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kumalasari Ellisia. (2011). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Mateatis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Matematika Model CORE. [Online] tersedia di http://publikasi.stkipsiliwangi.ac.id/f iles/2012/11/Ellisia-Kumalasari.pdf [diakses: 19-1-2018]
Kusuma, D.A. (2008). Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematika dengan Menggunakan Pendekatan Konstruktivisme. . Tersedia: http://pustaka.unpad.ac.id/wp- content/uploads/2009/06/meningkatk an- kemampuan-koneksi- matematika.pdf. [diakses: 31-03- 2017]

Lestari, K.E. & Yudhanegara, M.R. (2017). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama.

Relawati & Nurasni. (2016). Perbandingan
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis melalui Model Pembelajaran CORE dan Pembelajaran Langsung 5e untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi dan Komunikasi Matematis serta Self-Regulated Learning Matematika Siswa. (Tesis). Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Taryudi. (2014). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflectin and Extending (CORE) Terhadap Peningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMK. (Skripsi). Sarjana, Universitas Langlangbuana, Bandung.

Wulandari Noer. (2014). Penerapan Model Pembelajaan CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Kemampuan Berfikir Analisis Siswa SMA. (Skripsi). Sarjana, Universitas Langlangbuana, Bandung.

Zakaria Ahmad. (2014) Perbandingan Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP Antara yang Mendapatkan Pembelajaran Menggunakan Strategi Konflik Kognitif Piaget dan Hasweh. (Tesis). Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.