Vol. 14 No. 2, Desember 2016
Research

Pengaruh Penerapan Model Experiential Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Aplikasi Matematis Pada Siswa SMK

Agung Muhammad Yunus
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Puji Budilestari
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Elly Retnaningrum
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Published December 30, 2016
Keywords
  • Model Experiential Learning,
  • Kemampuan Aplikasi Matematis
How to Cite
Yunus, A. M., Budilestari, P., & Retnaningrum, E. (2016). Pengaruh Penerapan Model Experiential Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Aplikasi Matematis Pada Siswa SMK . EDUCARE, 14(2), 10-17. Retrieved from https://jurnal.fkip.unla.ac.id/index.php/educare/article/view/207

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya kemampuan aplikasi matematis pada siswa SMK. Pada proses pembelajaran ekspositori siswa cenderung diarahkan untuk menghafal dan menimbun informasi, sehingga peserta didik pintar secara teoritis tetapi miskin aplikasi. Akibatnya kemampuan aplikasi matematis menjadi beku, bahkan menjadi susah untuk dikembangkan. sehingga untuk meningkatkan kemampuan aplikasi matematis dalam penelitian ini menerapkan model Experiential Learning. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program keahlian Teknik Mesin Pekakas di SMK Negeri 2 Kota Bandung, dengan menggunakan Purposive Sampling yaitu memilih dua kelas yang sudah terbentuk berdasarkan pertimbangan sekolah. Penelitian ini menggunakan disain kelompok kontrol non-ekivalen (The Non-Equivalent Control Group Design). Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematis siswa digunakan instrument tes. Analisis data dalam penelitian ini mengunakan Uji-t. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. Terdapat pengaruh penerapan Model Experiential Learning terhadap Peningkatan Kemampuan Aplikasi Matematis pada Siswa SMK, yang dirinci oleh peneliti sebagai berikut (1) Terdapat peningkatan kemampuan aplikasi matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Experiential Learning. (2) peningkatan kemampuan aplikasi matematis dengan model Experiential Learning lebih baik dari pada metode pembelajaran ekspositori.

References

Boy Scout of America (2009). The Trainer’s EDGE. Amerika Serikat : Boy Scout of America

David A Kolb,(1984) Experiental Learning: Experience as the Source of Learning and Development, Prentice Hall: Englewood Cliffs,

Dirjen. PMPTK (2008) Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. Jakarta: Departemen pendidikan nasional

John Dewey, (1938) Experience and Education, New York, Collier Books

Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran. Bandung : Kencana Prenada Media Group

Suherman, E. (2010). Belajar dan Pembelajaran Matematika. Bandung : FPMIPA-UPI

Ruseffendi. (2006). Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito

Ruseffendi. (2010). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan & Bidang Non-Eksata Lainnya. Bandung: Tarsito

Suherman, E. (2010). Belajar dan Pembelajaran Matematika. Bandung : FPMIPA-UPI

Trianto (2010). Model – model pembelajaran inovatif berorientasi kontruktivistik. Jakarta : Prestasi Pustaka

Turmudi. (2009). Landasan Filsafat dan Teori pembelajaran Matematika (Berparadigma Eksploratif dan Investigative). Jakarta: PT. Leuser Cita Pustaka

Wisnu. S, dkk. (2008) Hasil Belajar Kimia siswa dengan model pembelajaran metode think – pair – share dan metode ekspositori, Jurnal FMipa: Universias Negeri Semarang

Yuli Kwartolo (2012). Multiple Intelligences dan Implementasinya dalam Taksonomi Bloom. Jakarta : Jurnal Pendidikan Penabur