Vol. 14 No. 2, Desember 2016
Research

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individually (TAI) Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA

Dewi Nurrizki
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Reviandari Widyatiningtyas
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Elly Retnaningrum
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Langlangbuana
Published December 30, 2016
Keywords
  • TAI,
  • Conventional,
  • Mathematical Problem Solving
How to Cite
Nurrizki, D., Widyatiningtyas, R., & Retnaningrum, E. (2016). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individually (TAI) Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA . EDUCARE, 14(2), 46-56. Retrieved from https://jurnal.fkip.unla.ac.id/index.php/educare/article/view/211

Abstract

This study aims to obtain empirical evidence about the effect of the TAI learning model on improving the mathematical problem solving abilities of high school students. This study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control group research design. The instrument used for this study was a test of students' mathematical problem solving abilities to obtain quantitative data and observation sheets for the implementation of learning in the experimental class. Quantitative data analysis in this study used the normality test, variance homogeneity test, and average difference test. While the results of the observation sheet to describe the implementation of learning in class. The results of the study were obtained as follows. (1) There is an increase in mathematical problem solving abilities of high school students using the TAI learning model. (2) Improvement of mathematical problem solving abilities of high school students who use the TAI learning model is better than high school students who use conventional learning models.

References

Anita Lie. (2008). Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Anna Mufidatul Baroroh. (2013). Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) dengan Media LKS untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Pemecahan Masalah Operasi Aljabar SMP. Skripsi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Aris Shoimin. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-ruzz media.

Atik Krismiati. (2013). Penerapan Pembelajaran Dengan Pendidikan Matematika Realistik (Pmr) Secara Berkelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa di Kelas X SMA. Jurnal Ilmiah Program Studi
Matematika STKIP Siliwangi Bandung. Depdiknas. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai
Pustaka.

Hake, R. (1999). Analizing Change/Gain Scores. Tersedia [online]: http://www.physics.indiana.edu/~sdi. (23 Desember 2015 jam 10:00).

Herry Pribawanto Surywan (2010). Strategi Pemecahan Masalah Matematika. Yogyakarta: Modul USD.

Meltzer, D.E. (2002). The Relationship Between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gains in Physic: A Possible “Hidden in Variable” in Diagnostic Pretest Score. Departement of Physic and Astronomyz: IOWA State University, Ames, Iowa. Tersedia [online]: http://www.physic.iastate.edu/per/doc/ Addendum on normalized gain. (8 Januari 2016 jam 17:15).

Mulyasa (2009). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosadakarya.

National Council of Teachers of Mathematics. (1989). Curriculum and Evaluation Standars for School Mathematics. Reston. VA: NCTM.

National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston, VA: NCTM.

Ruseffendi. E. T. (1991). PENILAIAN PENDIDIKAN dan HASIL BELAJAR SISWA khususnya dalam PENGAJARAN MATEMATIKA untuk Guru dan Calon Guru. Bandung.

Ruseffendi. E. T. (2006). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika Untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Ruseffendi. E. T. (2010). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan & Bidang Non- Eksakta Lainnya. Bandung: Tarsito.
Shinta Sari, Sri Elniati, dan Ahmad Fauzan (2014). Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Berbasih Masalah terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Padang Tahun Pelajaran 2013/2014. Jurnal Pendidikan Matematika FMIPA UNP.

Sitiatava Rizema Putra. (2013). Desain Evaluasi Belajar Berbasis Kinerja. Yogyakarta: Diva Press.

Slavin, R.E. (2015). Cooperative Learning Teori Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media

Slavin, R.E. (1995). Cooperative Learning Second Edition. Boston: Allyn and Bacon

Sthefani Aditya. (2012). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif TIPE TAI (Team Assisted Individualization) terhadap Keterampilan Berfikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VII Semester II pada Pokok Bahasan Bangun Datar Segi Empat di SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Cirebon: Perpustakaan IAIN Cirebon.
Suherman. Dkk. (1991). Belajar Mengajar Matematika. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Suherman. Dkk. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA.

Suherman. Dkk. (2003). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Suherman. Dkk. (2012). Belajar dan Pembelajaran Matematika. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Widyantini. (2006). Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Kooperatif. Yogyakarta: DEPDIKNAS Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Matematika.

Yelli Oktavien. (2011). Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Tesis UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Zainal Arifin. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosadakrya.