Vol. 1 No. 2, Agustus 2002
Research

PEMBENTUKAN PENGETAHUAN SAINS, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN IPA

Reviandari Widyatiningtyas
Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Langlangbuana
Published August 1, 2006
How to Cite
Widyatiningtyas, R. (2006). PEMBENTUKAN PENGETAHUAN SAINS, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN IPA. EDUCARE, 1(2). Retrieved from https://jurnal.fkip.unla.ac.id/index.php/educare/article/view/11

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki seseorang pada dasarnya berupa konsep-konsep. Konsep-konsep ini diproleh individu sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungan. Dengan konsep-konsep dapat disusun suatu prinsip, yang dapat digunakan sebagai landasan dalam berpikir. Konsep didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut. Menurut Good (1973: 124), konsep adalah gambaran dari ciri-ciri, yang dengan ciri-ciri itu objek-objek dapat dibeda-bedakan. Menurut Yelon et al. (1971: 190), konsep adalah elemen umum dari sekelompok objek, peristiwa atau proses. Sedangkan menurut Kuslan dan Stone (1968: 79), konsep adalah sifat Khas yang diberikan pada sejumlah objek, proses, fenomena, atau peristiwa, yang dapat dikelompokkan berdasarkan sifat khas itu.

References

  1. Bloom, et al. (1971), Taxonomy of Educational objectives The Classification of Educational Goal Handbook I Cognitive Domain, New York: David Mc.’lay Company.
  2. Carin, A.A., & Sund, R.B. (1980), Teaching Science Through Discovery, Columbus: Charles E. Merrill Publishing.
  3. Dahar, R.W. (1985), Kesiapan Guru Mengajarkan Sains di Sekolah Dasar Ditinjau Dari Pengembangan Keterampialan Proses Sains, Disertai Doktor FPS IKIP, IKIP Bandung: tidak diterbitkan
  4. _______, (1989), Teori-teori Belajar, Jakarta: Erlangga.
  5. Fischer, R.B. (1971), Science, Man and Siciety, Philadelphia: Saunders Co. Gagne, R.M. (1985), The Condition of Learning and Theory of Instruction, New York: Holt, Rinehort and Winston.
  6. Gagne, R.M. & Briggs, L.J. (1974), Principlesof Instructional Desig,. New York: Rinehort and Winston.
  7. Gordner, P.L. (1975), The Stucture of Science Education, How Thorn Victoria Australia: Longman Australia Pty Limited.
  8. Good, C.V. (Eds), (1973), Dictionary of Education, New York: Mc Graw Hill Book Company.
  9. Hall, G.e. et al. (1979), Maesuring Stage of Concern about The Innovation: A Manual foe use of the Sacial Questionnaire, Austin: Univercity of Texas. Kuslan, L.I. & Stone, A.H. (1968), Teaching Children Science: An Inquiry Approach, Belmount: Wadsworth Publishing Company. Inc.
  10. Poedjiadi, A. (1990), “Kecenderungan Pendidikan Sains dan Teknologi dimasa yang Akan Datang. Makalah dan Lokakarya tentang Reorientasi dan perubahan Kurikulum Pendidikan Menengah Umum”, Jakarta, 17-19 Januari
  11. _______,(1995), “Partisipasi FPMIPA IKIP Bandung dalam Menunjang Perkembangan Pendidikan Sains dan Teknologi Dewasa ini “, Makalah Disajikan pada Seminar Staff FPMIPA IKIP Bandung. Bandung, 3 Mei.
  12. Poerwadarminta, W.J.S. (1983), Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: PN. Balai Pustaka.
  13. Rogers, E.M. & Shoemaker, F.F. (1971), Communication of Innovation: Crosscultural Approach, New York: Free Press.
  14. Rubba, P.A. (1993), “Examination of Preservice and Inservice Secondary Science Teachers Beliefs about Science –Technology-Society Interactions”, Science Education, 407-431.
  15. Titus, H.H.(1959), Living Issues In Philoshophy, New York: American Book Company.
  16. Varella, G.F. (1992), “Greater Ability to Apply Concepts Using and Science/Technology/Sociaty Approach to Teaching Science”, ICASE YEARBOOK, 87-92.
  17. Yager, R.E. (1992), “Science-Technology- Society as Reform”, ICASE YEARBOOK, 2-8.